Kamis, 04 Maret 2010

Tugas Bahasa Indonesia

Pengintaian yang gagal


Pada suatu hari, dimana saya Rohim yang ingin mengerjakan tugas kelompok bersama teman-teman saya, timbul suatu kecurigaan terhadap teman saya yang bernama Yuli. Saat kita bercanda-canda, saya merasa ada suatu hal aneh yang sedang Yuli tutup-tutupi dan teman-teman yang lain pun ikut merasa curiga.

Keesokan harinya, dimana saya sedang berkumpul dengan teman-teman dan ingin membuat suatu rencana mengunjungi masing-masing rumah teman kami satu persatu, Yuli teman saya tidak setuju. Menurut dia seminggu kedepan rumah dia rame dan orang tuanya pun galak. Disitu rasa curiga kami semakin besar karena merasa ada yang sedang ia tutup-tutupi. Kita semua bersahabat sudah lama, tetapi kenapa hanya Yuli yang selalu tertutup terhadap kita. Disitulah timbul rasa ingin mengetahui yang teramat besar sehingga kami semua berfikir untuk mengintai Yuli.

Seminggu kemudian, saat kita semua sedang menjalani adanya perkuliahan. Kami semua sebelumnya sudah merencanakan suatu pengintaian. Sepulangnya Yuli nanti, saya dan teman saya akan mengikuti dia hingga sampai dirumah. Dan ternyata dia pulang bersama teman saya Dini dengan mengendarai motor. Dari situ saya dan teman saya terus mengikuti dia dan hingga pada akhirnya dia belok kearah Mall. Saya dan teman saya bingung, masa iya kita harus mengikuti dia sampai masuk Mall. Akhirnya kita berfikir untuk menunggu mereka dilampu merah dekat Mall. Disitu kami menunggu kurang lebih ada 15 menit. Tiba-tiba mereka lewat dan kami lanjutkan pengintaian kami. Kami terus mengikuti mereka dan hingga akhirnya sampai masuk keperumahan. Ternyata si Yuli berhenti turun didekat gang. Disitu kami masih terus mengikuti Yuli dan hingga akhirnya setelah belokan kedua, kami kehilangan jejak dia. kami berfikir, apa mungkin kita ketahuan! Kok tiba-tiba dia nggak ada! Dari situ kami terus berfikir, jangan-jangan pas dilampu merah tadi dia sudah sadar kalau kami mengikutinya. Akhirnya pengintaian pun diberhentikan dan kami pulang kerumah kami masing-masing.

Setelah sesampainya dirumah, saya mendapat kabar dari teman saya yang bernama Vani, Katanya si Yuli tahu kalau saya dan Juki tadi mengikutinya. Vani tahu itu semua dari status facebook Yuli yang bertuliskan, “kalau mau jadi detektif yang professional dikit donk”. Disitu saya langsung malu dan takut, kalau nanti si Yuli jadi menjauh karena saya dan teman-teman ingin mengetahui kehidupan dia yang lebih jauh. Dan akhirnya, keesokan harinya kami semua ingin menjelaskan secara langsung kenapa kami ingin mengintai dia. itu dikarenakan sifat dia yang sangat tertutup terhadap para sahabatnya. Bersahabat 3 tahun tetapi kita sama sekali tidak mengetahui perjalanan hidup dia seperti apa. Dan endingnya, kita semua masih bersahabat seperti biasanya dengan lebih terbuka satu sama lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar